Analisis Pengaruh Ekstraksi Zero Crossing Rate (ZCR) Terhadap Karakteristik Statistik Sinyal Wicara Bugis
DOI:
https://doi.org/10.36774/sisiti.v15i2.2542Abstract
Penelitian ini menganalisis karakteristik statistik fitur Zero Crossing Rate (ZCR) pada sinyal wicara bahasa Bugis sebagai parameter ekstraksi ciri dalam pengolahan sinyal wicara. Data dikumpulkan dari lima penutur asli bahasa Bugis yang berasal dari Bone, Parepare, Pinrang, Sinjai, dan Sidrap dengan tiga jenis ujaran, yaitu aksara /ka/, aksara /ga/, dan kalimat /mabbicara ogi/. Tahapan pengolahan sinyal meliputi perekaman suara, pre-emphasis dengan koefisien alpha = 0,97, segmentasi sinyal ke dalam frame berukuran 512 sampel dengan langkah 256 sampel, serta ekstraksi fitur ZCR. Analisis statistik deskriptif dilakukan berdasarkan nilai rata-rata (mean) dan variansi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata ZCR untuk aksara /ka/ sebesar 0,447 (variansi 0,012), aksara /ga/ sebesar 0,428 (variansi 0,016), dan kalimat /mabbicara ogi/ sebesar 0,352 (variansi 0,024). Aksara /ka/ menghasilkan nilai ZCR tertinggi, yang mengindikasikan perubahan polaritas sinyal lebih tinggi dibandingkan ujaran lainnya. Sebaliknya, kalimat menghasilkan rata-rata ZCR terendah namun variansi tertinggi, yang mencerminkan dinamika sinyal lebih kompleks akibat transisi antarfonem. Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara mean dan variansi pada aksara /ka/ (r = 0,886; p = 0,046) dan kalimat (r = 0,939; p = 0,018), sedangkan pada aksara /ga/ tidak signifikan (r = 0,600; p = 0,285). Perbedaan antarpenutur juga teramati, yang dipengaruhi oleh dialek, intonasi, kecepatan bicara, dan karakteristik fisiologis saluran vokal. Temuan ini mengonfirmasi bahwa ZCR mampu merepresentasikan karakteristik temporal sinyal wicara Bugis dan dapat menjadi acuan (baseline) untuk penelitian lanjutan dalam ekstraksi ciri bahasa daerah.








