Analisis Pengaruh Implementasi Teknologi Blockchain Terhadap Keamanan Transaksi Cryptocurrency Di Pasar Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36774/dipakomsi.v18i2.1854Keywords:
Blockchain, Cryptocurrency, Keamanan Transaksi, Kepercayaan Pengguna, Risk AssessmentAbstract
Teknologi blockchain telah merevolusi sistem transaksi digital melalui transparansi, desentralisasi, dan keutuhan datanya. Namun, di Indonesia, peningkatan penggunaan cryptocurrency belum sepenuhnya diimbangi dengan efektivitas penerapan blockchain dalam menghadapi risiko keamanan seperti peretasan dan penipuan. Celah penelitian ini muncul karena masih terbatasnya kajian kuantitatif yang secara langsung mengukur pengaruh implementasi blockchain terhadap keamanan transaksi dan kepercayaan pengguna di pasar kripto nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana fitur blockchain berkontribusi terhadap persepsi keamanan dan kepercayaan pengguna. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 5.000 pengguna aktif cryptocurrency di Makassar, termasuk anggota komunitas kripto dan sivitas akademika Universitas Hasanuddin. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak Python dan SPSS versi 26. Selain itu, dilakukan analisis risiko berbasis ISO 31000 untuk mengevaluasi potensi ancaman seperti peretasan dompet digital dan eksploitasi smart contract. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur transparansi, desentralisasi, dan keutuhan data dalam blockchain berpengaruh signifikan terhadap keamanan transaksi (R² = 0,692) dan kepercayaan pengguna (R² = 0,720). Temuan ini memperkuat bukti empiris bahwa blockchain tidak hanya meningkatkan keamanan transaksi digital tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem kripto. Aspek kebaruan penelitian ini terletak pada kombinasi pendekatan risk assessment ISO 31000 dengan analisis regresi kuantitatif, yang memberikan implikasi praktis bagi pengembang dan regulator untuk merancang kebijakan keamanan berbasis blockchain yang lebih adaptif dan berorientasi pada perlindungan pengguna.








